Tak Lama Lagi
Tak terasa rokok telah sedikit demi sedikit mulai mengerogoti paru-paruku. Awalnya yang kurasakan selama aku sering merokok adalah tenggorokanku tak lagi mampu merasakan ludah yang aku telan. Berikutnya adalah flu yang tak kunjung henti, berlanjut lagi batuk yang berkepanjangan mewarnai hidupku. Ternyata tak berhenti di situ saja, ketika aku berjalan sedikit agak jauh rasa sesak dan berat menghambat tenggorokanku untuk menyuplai oksigen dari hidung menuju paru-paru. Staminaku yang dulu cukup kuat dengan derastis menurun. Aku mudah lelah dan ketika selesai olah raga badanku begitu lemah serta jantungku terasa nyeri yang tak tertahankan. Selama kuranglebih dua minggu berat badanku menurun 4kg. Selain itu aku mudah sekali pusing ketika aku tidak merokok. Tetapi itu semua resiko yang harus aku terima, karena perbuatanku sendiri. Beberap waktu lalu aku pergi kerumah sakit dan meminta rongen untuk paru-paru. Hasil dari rongen itu menunjukkan bahwa sudah sangat banyak flex hitam mewarnai paru-paruku. Sekarang aku tidak akan menyalahkan siapapun, karena memang tidak ada yang perlu dipersalahkan. Dalam kondisi seperti ini yang dapat aku lakukan hanyalah memanfaatkan sisa-sisa waktu hidupku dengan baik, enjoy, riang dan seindah mungkin. Hal ini aku lakukan hanya untuk satu tujuan, yaitu aku ingin ketika waktunya telah tiba setidak-tidaknya aku sudah dapat mewarnai hidupku dengan sedikit keindahan... I wan to say good bey... dhaaa-dhaaa....
sharing pengalaman
Entri Populer
-
beberapa waktu lalu aku mengalami pengalaman yang sempat membuat aku nyaris mengakhiri hidupku... aku benar-benar putus asa... ini terjadi k...
-
Tak Lama Lagi Tak terasa rokok telah sedikit demi sedikit mulai mengerogoti paru-paruku. Awalnya yang kurasakan selama aku sering merokok a...
Senin, 11 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
penolongku
beberapa waktu lalu aku mengalami pengalaman yang sempat membuat aku nyaris mengakhiri hidupku... aku benar-benar putus asa... ini terjadi ketika pacarku memutuskanku. sebenarnya dia tidak menghendaki hal ini, tetapi karena orangtua nya tidak menyetujui hubungan kami yang telah kami rajut selama hampir satu tahun. meskipun hanya satu tahun, tapi sada banyak hal dan pengalaman kami jalani berdua... hingga membuat kami beani untuk berjanji untuk mati bersama-sama jika kami tidak mendapatkan restu orang tua. kapanpun dan di manapun aku merelakan waktu untuknya...hingga aku berani pergi beberapa hari meninggalkan asrama tempatku tinggal dan belajar. Sudah barang tentu resikonya aku dikeluarkan dari asrama jika aku ketahuan pergi dari asrama tanpa ijin dari rektor, tapi aku nekat dan tidak menghiraukan resiko. aku sudah larut dan tenggelam dalam yang disebut cinta oleh banyak orang. saat itu matipun jika itu untuk kekasihku aku mau dan siap dengan senang hati... janji-janji dan pengalaman yang telah kami lalui hampir setiap hari membuatku percaya dan yakin bahwa kami takkan terpisahkan. dia pun sangat yakin dan menyakinkan ketika kami bertemu saling memadu kasih... karena (kata kalayak) cinta mati aku berkali-kali mengatakan niatku untuk keluar dari seminari demi cinta pada gadisku itu... tapi semuanya itu telah berakhir dan berubah menjadi malapetaka dan keputs asaan yang mendalam bagiku.
meskipun aku hancu tetapi aku tetap berbentuk...
meskipun patah tetapi aku tetapi berdiri...
meskipun terluka tetapi aku tidak berdarah...
karena semuanya itu trejadi pada jiwa dan hatiku... sehingga yang benar-benar berada pada titik terendah adalah jiwaku... yang tentunya membuat tubuh fisikku tak penting lagi... ketika aku dalam posisi di titik nol ini berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidupku... hal itu ingin kulakukan karena aku sudah merasa tak sanggup lagi untuk merasakan semuanya ini.. apa lagi jika ditambah dengan ingatan tentang memori-memori indah yang telah kami lalui... seakan membuatku tak perlu lagi memperpanjang nafasku... tapi ternyata ketika aku benar-benar berada pada posisi tak berdaya seperti ini dan aku menyerahkannya kembali pada Tuhan... maka Tuhan pun datang dengan perkasa untuk menopangku...
Dia datang dengan ramah untuk membujukku agar aku mau kembali kedalam kuasa-Nya...
meskipun aku hancu tetapi aku tetap berbentuk...
meskipun patah tetapi aku tetapi berdiri...
meskipun terluka tetapi aku tidak berdarah...
karena semuanya itu trejadi pada jiwa dan hatiku... sehingga yang benar-benar berada pada titik terendah adalah jiwaku... yang tentunya membuat tubuh fisikku tak penting lagi... ketika aku dalam posisi di titik nol ini berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidupku... hal itu ingin kulakukan karena aku sudah merasa tak sanggup lagi untuk merasakan semuanya ini.. apa lagi jika ditambah dengan ingatan tentang memori-memori indah yang telah kami lalui... seakan membuatku tak perlu lagi memperpanjang nafasku... tapi ternyata ketika aku benar-benar berada pada posisi tak berdaya seperti ini dan aku menyerahkannya kembali pada Tuhan... maka Tuhan pun datang dengan perkasa untuk menopangku...
Dia datang dengan ramah untuk membujukku agar aku mau kembali kedalam kuasa-Nya...
Langganan:
Postingan (Atom)